BREAKING
🚫 Tegas! Saudi Larang Masuk Makkah Tanpa Izin Haji 2026, Pelanggar Didenda SAR 20.000 dan Dideportasi
Gezma MediaRedaksi5 menit baca
Arab Saudi kembali mempertegas larangan masuk Kota Makkah tanpa izin resmi haji menjelang puncak musim haji 1447 H / 2026 M. Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan sanksi yang jauh lebih berat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
**Aturan dan Sanksi Terbaru**
Otoritas Saudi menetapkan sanksi berlapis bagi pelanggar:
| Pelanggaran | Sanksi |
|------------|--------|
| Masuk Makkah tanpa izin haji | Denda SAR 20.000 (~Rp88 juta) |
| Melakukan haji tanpa izin | Deportasi dari Arab Saudi |
| Pelanggaran berulang | Larangan masuk 10 tahun |
| Menyediakan transportasi bagi pelanggar | Denda + pencabutan izin usaha |
**Kenapa Aturan Ini Diberlakukan?**
Pembatasan ini ditujukan untuk:
1. **Mencegah kepadatan ekstrem** di kawasan Masjidil Haram dan Mina yang berpotensi menyebabkan tragedi seperti yang pernah terjadi di masa lalu
2. **Menjamin kualitas ibadah** bagi jemaah resmi yang telah mendaftar dan membayar biaya haji
3. **Menertibkan praktik haji ilegal** yang sering dilakukan oleh pekerja migran atau warga negara asing dengan visa nonhaji
**Cara Masuk Makkah yang Sah**
Bagi warga Muslim yang ingin memasuki Makkah selama musim haji, harus memiliki salah satu dari:
- **Tasreh (izin) Haji resmi** yang diterbitkan melalui kuota negara masing-masing
- **Kartu identitas resmi** warga Saudi atau penduduk tetap dengan izin khusus
- **Izin petugas** dari instansi resmi yang bertugas dalam operasional haji
**Imbauan untuk WNI**
Kedutaan Besar RI di Riyadh mengingatkan seluruh WNI di Arab Saudi untuk **tidak mencoba memasuki Makkah** tanpa izin haji resmi, meskipun bertujuan ibadah. KBRI Riyadh siap memberikan bantuan konsuler jika ada WNI yang terkena masalah hukum.
Hotline KBRI Riyadh: **+966-11-488-0400**
Hotline KJRI Jeddah: **+966-12-671-1479**
Sumber: Khaleej Times, Asia Plus News — Saudi Arabia Hajj 2026 Entry Rules
Tags:Haji 2026Aturan SaudiLarangan MakkahDenda HajiHaji IlegalArab SaudiWNI Saudi1447H