🤲 Kisah Mbah Mardijiyono, Jemaah Haji Tertua Indonesia Usia 103 Tahun Tiba di Madinah
Gezma MediaRedaksi5 menit baca
Kisah mengharukan datang dari rombongan haji Indonesia gelombang pertama. **Mardijiyono Karto Sentono**, seorang kakek berusia **103 tahun** asal Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi jemaah haji tertua Indonesia yang tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Minggu, 3 Mei 2026.
**Perjalanan Panjang Menuju Tanah Suci**
Mbah Mardijiyono — begitu beliau akrab disapa — tergabung dalam **Kloter 9 Embarkasi Yogyakarta (YIA)**. Kedatangannya langsung menjadi perhatian para petugas dan sesama jemaah. Karena kondisi fisiknya yang memerlukan bantuan, beliau digendong oleh petugas saat proses turun dari kendaraan menuju area penerimaan jemaah di Madinah.
Momen itu menjadi pemandangan yang menyentuh hati — seorang kakek berusia lebih dari satu abad, yang telah melewati begitu banyak fase kehidupan, akhirnya menginjakkan kaki di kota Nabi tercinta.
**Penantian Panjang Terwujud**
Setibanya di Madinah, Mbah Mardijiyono mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam. "Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga," ujarnya dengan suara yang masih terdengar jelas, meski harus berbaring di atas kursi roda.
Keinginan menunaikan rukun Islam kelima telah lama tersimpan dalam hatinya. Penantian panjang itu kini terjawab — di usia yang telah melampaui satu abad, beliau membuktikan bahwa tekad dan keimanan tidak mengenal batas usia.
**Rahasia Umur Panjang: Selalu Gembira**
Ketika ditanya tentang rahasia kesehatan dan umurnya yang panjang, Mbah Mardijiyono menjawab dengan bijak: **"Kuncinya selalu merasa gembira. Apa pun yang terjadi dalam hidup, dihadapi dengan hati yang senang."**
Filosofi hidup sederhana namun penuh makna ini justru menjadi pelajaran berharga bagi siapa saja — bahwa kebahagiaan hati adalah pondasi kesehatan yang sesungguhnya.
**Perhatian Khusus dari PPIH Arab Saudi**
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberikan pendampingan ekstra kepada Mbah Mardijiyono selama di Tanah Suci. Seorang petugas yang mendampinginya menyatakan, "Merawat dan mendampingi beliau adalah sebuah kemuliaan bagi kami."
Kemenhaj RI memastikan bahwa jemaah lansia dan berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian dan layanan prioritas selama seluruh rangkaian ibadah haji berlangsung.
**Inspirasi bagi Jutaan Jemaah**
Kisah Mbah Mardijiyono menjadi inspirasi nyata — bahwa tidak ada kata terlambat untuk memenuhi panggilan Allah. Bagi Anda yang masih menunda pendaftaran haji, kisah beliau adalah pengingat bahwa niat yang kuat dan persiapan sejak dini adalah kunci.
Sumber: Bisnis.com, Tribunnews.com, RRI.co.id
Tags:Haji 2026Jemaah LansiaJemaah TertuaMbah MardijiyonoMadinahInspirasi HajiYogyakarta